
"Kalau kita lihat orang (negara) lain bangun yang diatas 100 lantai itu rata-rata 6-8 tahun. Kita nggak mau berlebihan kurang lebih range-nya seperti itu," kata Wakil Presiden Direktur PT Jakarta International Hotels & Development Tbk Santoso Gunara kepada detikFinance di kawasan gedung BEI, Selasa (10/1/2012).
Saat ini pembangunan gedung yang bakal menjadi salah satu tertinggi di dunia ini masih dalam proses perizinan berbagai instansi seperti pemda, perhubungan dan lain-lain. Disaat yang bersamaan, sedang dilakukan proses uji kondisi tanah (geo test) di kawasan yang akan dibangun menara tersebut.
Sutanto menambahkan feasibility study (FS) atau studi kelayakan dari rencana proyek ini sudah selesai. Saat ini perseroan sedang memproses penghimpunan dana melalui sindikasi perbankan.
"Kita juga sedang atur pendanaannya sindikasinya, campur bank lokal dan asing, sudah kita bicarakan. Ini semua dalam proses kita tak boleh mendahului, jumlahnya lumayan besar US$ 1 miliar. Sindikasi tetap harus ada equity dari kita termasuk tanahnya," katanya.
Kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) yang menjadi lokasi Signature Tower dikembangkan oleh PT Danayasa Arthatama Tbk. Kepemilikan saham Tomy Winata PT Danayasa Arthatama Tbk hanya 0,001%, kemudian publik 17,58% dan pemegang mayoritas adalah PT Jakarta International Hotels & Development (JIHD) Tbk sebesar 82,4%.
Sementara itu,kepemilikan saham Tomy Winata berdasarkan laporan keuangan Maret 2011 di PT Jakarta International Hotels & Development (JIHD) Tb sebesar 15,87%, Sugianto Kusuma 9,76%, Santoso Gunara 0,40%, pemegang saham Indonesia, masing-masing dibawah 5% dengan total kepemilikan saham 53,32% dan pemegang saham asing dengan masing-masing persentase kurang dari 5% dengan total 20,65%.
Sumber : www.finance.detik.com/menara-111-lantai-tomy-winata-baru-akan-rampung-6-8-tahun-lagi
Cari rumah..?? Propertykita Lebih banyak pilihanya...!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar