Jakarta (Foto: Dok. Okezone)
Namun sebelum beranjak dari sana, sebetulnya Indonesia sendiri telah berupaya menerapkan kota dengan perencanaan yang matang. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Ning Purnomohadi dari GBCI beberapa waktu lalu pada dialog dengan tajuk "Menjelang Lima Tahun Sustainable Urban Development (SUD-FI)" di Cipete, Jakarta Selatan. "Palangkaraya adalah salah satu kota yang tengah berusaha menerapkan sistem penataan kota yang benar," kata Ning.
Di samping itu, dia juga berkata, jauh sebelum Palangkaraya, nun jauh di Papua sana ada kota yang telah menerapkan perencanaan kota dengan matang dan baik, ialah Kuala Kencana. Sebuah kota yang terletak di atas Kota Timika ini dihuni oleh sebagian penduduk asli yang masih memegang adat.
Di sana terdapat sungai yang airnya sangat bening dan bersih, sungai tersebut memang tak pernah terkotori dengan aktivitas mandi maupun buang air, karena sanksinya adalah mati. "Tak heran, airnya biasa digunakan untuk minum penduduk lokal," ujarnya.
Namun, menurut Ning, hal yang disayangkan adalah keduanya masih mengandalkan perancang asing dalam hal penataaan kota. Padahal bukankah kita masih memiliki sumber daya yang mumpuni. "Saya pikir kita sebetulnya mampu, orang Indonesia banyak yang pintar," imbuhnya.
Ditegaskan oleh Ning, pada dasarnya yang menjadi perkara adalah sudah sejauh mana kita percaya dan menghargai karya anak bangsa. Dan tidak lupa, perlu keberpihakan pemerintah untuk mengangkat karya anak negeri yang berbakat.
Sumber : www.property.okezone.com//tata-kota-kiprah-perancang-lokal-dipertanyakan
Cari Rumah Dijual Di Bekasi ??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar